Mimbar virtual "Bangun Ruang Aman, Wujudkan Inklusivitas": Inisiasi Perempuan untuk Rayakan Hari Perempuan Internasional 2021
Semarang (09/03) Situasi pandemi seperti sekarang tidak mematahkan semangat kawan-kawan Jaringan International Women's Day mengundang organisasi, kolektif, dan individu untuk bergabung dalam mimbar virtual untuk menyuarakan dan memperjuangkan hak perempuan. Kawan-kawan GHRC yang antusias dengan acara tersebut pun turut serta berpartisipasi dengan melakukan orasi dalam mimbar virtual bertajuk "Bangun Ruang Aman, Wujudkan Inklusivitas" dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional 2021.
Hari Perempuan Internasional atau akrab dengan sebutan International Women’s Day (IWD) diresmikan sebagai perayaan tahunan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk memperjuangkan hak-hak perempuan dan mewujudkan perdamaian dunia. Hal ini menjadi kesempatan bagi para perempuan di seluruh dunia untuk berkumpul dan menyuarakan keresahan yang mereka hadapi, terutama ketidakkesetaraan gender.
Meski sudah banyak kampanye, dukungan, dan berbagai aksi untuk mendukung kesetaraan perempuan, para perempuan masih rentan mengalami kekerasan dan diskriminasi. Hal ini ditunjukkan dengan angka kekerasan terhadap perempuan masih tinggi, akses kesehatan reproduksi masih susah, pemaksaan alat kontrasepsi dan kehamilan, serta masih terdiskriminasi nya kehidupan transpuan karena ketiadaan payung hukum untuk kekerasan seksual yang dialami oleh para perempuan.
Perempuan-perempuan buruh belum mendapatkan hak mereka yang layak serta para perempuan di Papua kerap mengalami kekerasan, diskriminasi, dan penindasan secara patriarkal maupun struktural. Ditambah lagi, pandemi COVID-19 diperparah oleh perubahan iklim yang semakin ekstrim yang mengakibatkan bencana alam dan berdampak langsung pada perempuan. Perempuan harus memikul beban ganda dan ikut serta menanggung ekonomi dan kesehatan keluarga mereka.
Pandemi tidak menjadi alasan untuk ikut bungkam. Meski mimbar diadakan secara virtual, ada banyak organisasi, kolektif, maupun individu yang berpartisipasi dengan mengirimkan video berupa orasi, puisi, musik, ataupun teatrikal. Harapannya dengan dilakukan acara mimbar virtual ini agar masyarakat ikut antusias berpartisipasi dan menyuarakan kesetaraan gender yang masih timpang.
Post a comment