← Back Published on

Scientific Translation Techniques

Translating Scientific Translation Techniques from English to Indonesia. https://translatorthoughts.com/2016/02/scientific-translation-techniques/

Penerjemahan ilmiah adalah proses menerjemahkan teks-teks ilmiah. Dalam menerjemahkan teks-teks in dibutuhkan pengetahuan yang mendalam tentang bahasa sumber dan bahasa target, serta pemahaman yang tepat tentang subjeknya. Penerjemah ilmiah seringkali merupakan ahli bahasa terlatih yang berkecimpung dalam bidang-bidang ilmu seperti kedokteran, biologi, atau kimia.

Sebagian dari mereka merupakan ilmuwan yang telah mengembangkan pengetahuan linguistik tingkat tinggi yang diterapkan pada teks terjemahan bidang keahlian mereka. Kolaborasi antara ahli bahasa dan ahli subjek sering terjadi dalam kasus ini. Pada artikel ini, akan dijelaskan beberapa teknik penerjemahan ilmiah terbaik.

Tujuan utama penerjemahan ilmiah adalah ringkas dan jelas, dan harus menyampaikan makna yang tepat dari teks aslinya. Ambiguitas dan konstruksi yang tidak jelas adalah ciri sebuah teks sastra yang tidak boleh ditemukan di terjemahan ilmiah apapun. Ini adalah tugas tersulit dalam penerjemahan ilmiah. Untuk menentukan kata-kata yang tepat terkadang sulit dan nantinya dapat mengakibatkan pengulangan dalam teks, karena sinonim dari kata-kata tertentu bisa jadi agak ambigu dan lebih cocok untuk sebuah karya sastra. Menghindari pengulangan kata terkadang sangat sulit dilakukan. Inilah sebabnya mengapa penerjemah harus memiliki latar belakang ilmiah yang memungkinkannya untuk berinovasi dengan terminologi tanpa mengubah arti teks.

Yang sering terjadi di kalangan penerjemah ilmiah adalah kemampuan mereka untuk memperbaiki kesalahan kecil dalam teks aslinya, karena merekalah yang nantinya akan secara teliti membaca sebuah dokumen. Kesalahan umum dalam karya ilmiah meliputi: ketidakkonsistenan antara angka yang tercantum dalam tabel dan diagram yang menunjukkan hal berbeda dari yang seharusnya atau tabel yang dirujuk oleh simbol yang kurang jelas. Dalam hal ini penerjemah disarankan untuk mengoreksi kesalahan seperti itu dalam tanda kurung atau catatan kaki.

Jika fitur sintaksis dan leksikal bahasa berbeda, terkadang perlu untuk menyusun ulang kalimat tertentu. Misalnya, bahasa dengan infleksi tinggi seperti bahasa Rusia dan Jerman dapat merangkai rantai klausa independen dan dependen dengan banyak rujukan dan anteseden sekaligus menjaga agar seluruh artinya tetap dapat dimengerti. Di sisi lain, hal ini tidak mungkin dilakukan dalam Bahasa Inggris. Dalam hal ini, penerjemah memiliki beberapa tugas yang harus dilakukan dalam hal struktur dan makna. Ini adalah saat dimana menjaga makna kalimat tetap agar tetap utuh bisa menjadi sebuah tantangan Salah satu teknik terbaik untuk digunakan dalam kasus ini adalah parafrase, yaitu penyajian kembali makna suatu teks atau bagian dengan menggunakan kata lain.

Untuk menciptakan sebuah terjemahan ilmiah yang sempurna, penerjemah harus mencari informasi sebanyak mungkin. Membaca buku dan jurnal akademis terbaru membantu penerjemah meningkatkan keterampilan menerjemahkan. Mengapa? pertama, penerjemah akan terbiasa dengan terminologi dan gaya pekerjaan ini. Kedua, penerjemah akan mendapatkan informasi terbaru tentang penelitian dan penemuan ilmiah terbaru, yang nantinya membantu penerjemah lebih mudah memahami konsep yang akan ia terjemahkan. Penerjemah bahkan dapat membuat blog tentang terjemahan atau penelitian ilmiah. Penerjemah dapat menulis artikel atau mengambil artikel yang ada dan kemudian menerjemahkannya ke dalam bahasa lain yang penerjemah ketahui untuk mendapatkan lebih banyak pengalaman. Ini adalah langkah awal yang baik untuk pemula yang ingin berkecimpung dalam dunia penerjemahan ilmiah.

Dalam sains, banyak istilah angka, rumus, diagram, dan simbol yang tidak boleh diabaikan dalam proses penerjemahan. Pengertian seluruh halaman atau bahkan bab dapat berubah jika penerjemah menambahkan angka atau simbol yang salah. Untuk menghindari hal ini, penerjemah harus mengerti betul topik tersebut. Setelah itu, penerjemah harus teliti, yang mana membutuhkan kesabaran dan keterampilan analitis yang merupakan kualitas yang sangat diperlukan seorang penerjemah ilmiah.

Penerjemah harus selalu mengoreksi teks sendiri terlebih dahulu dan kemudian meminta penerjemah kedua untuk mengoreksi terjemahan kembali. Idealnya, mintalah pendapat penerjemah lain yang memiliki pengalaman di bidang tersebut. Dengan cara ini, semua kesalahan yang tidak disadari bisa diperbaiki. Jika beberapa konsep dari teks asli kurang dimengerti, Anda dapat mengkomunikasikannya kepada penulis (jika mungkin) atau dengan klien.

Dalam sains, penerjemah akan menemukan berbagai jenis dokumen yang memerlukan tingkat formalitas yang berbeda. Jika akan menerjemahkan karya akademis, penerjemah perlu menggunakan bahasa yang tinggi dengan frasa yang rumit dan kata-kata yang kurang umum. Di sisi lain, jika kita berbicara tentang manual atau petunjuk obat, terjemahannya pasti kurang formal. Jenis dokumen ini akan dibaca oleh orang biasa atau pemula di bidang sains. Inilah mengapa bahasa tersebut harus lebih mudah dijangkau dan dimengerti.

Kesimpulannya, penerjemahan ilmiah akan selalu menjadi tantangan. Penerjemah harus mengikuti perubahan konstan di bidang ini. Ia haruslah seorang ilmuwan atau dia harus banyak membaca dan mendapatkan informasi sebanyak mungkin tentang topik yang akan dia terjemahkan. Gaya penerjemahan ilmiah harus sangat jelas dan ringkas karena tingkat formalitas berbeda-beda sesuai dengan jenis dokumen yang akan ditangani.