← Back Published on

Taking A Platform Approach to Digital Transformation

Taking A Platform Approach to Digital Transformation

(Attributed to Anneliese Schulz, Vice President, Software AG Asia)

Digital transformation is in full swing across every sector, and for compelling reasons: It is enabling businesses to create new revenue sources, transform their business models, and remain agile. According to A.T. Kearney, the adoption of digital products and services in Southeast Asia is expected to add $1 trillion to the region’s GDP by 2025 - with enterprises including financial institutions investing in strategic technology solutions to expand consumer reach and acquisition as well as enhance overall operations.

But while digital transformation in organizations is becoming widespread, many companies looking to modernize their systems and processes are experiencing a fundamental challenge: Their ongoing digital transformation initiatives are not able to truly deliver enterprise-wide transformations.

The Digital Deadlock

Asia Pacific enterprises that have been quick to embrace siloed digital transformation projects

are now challenged to extend these initiatives across the entire enterprise for transformational results. This is echoed by an IDC study, which revealed that 62% of Asia Pacific enterprises today are ‘digitally stuck’ due to ineffective change management, siloed systems, and outdated metrics for measuring digital transformation success. Beyond Asia, even more alarming is IDC’s prediction that 70% of all siloed digital transformation initiatives across the globe will ultimately fail by 2018.

Often the push for siloed digital transformation initiatives is the result of companies being enamored by individual technologies such as the Internet of Things and Artificial Intelligence and deploying individual solutions with neither a clear direction nor understanding of the business benefits they provide. But leading today’s digital transformation economy necessitates the capability to scale operations and innovate at a pace faster than that of traditional businesses. Companies that continue to adopt siloed digital transformation projects will only compete for a smaller and smaller piece of the economy.

Overcoming the Digital Impasse

Breaking the digital deadlock is now imperative to thrive in Asia Pacific’s digital economy. This necessitates addressing the absence of the right technology architecture for accelerating new capabilities, while simultaneously modernizing legacy IT environments, so the latter can be capable contributors to overall digital transformation goals.

Organizations must now make the critical evolutionary step of infusing innovation into the scale and breadth of the enterprise environment and integrating new digital technologies into stable business services. Realizing this, an increasing number of enterprises across the Asia Pacific are beginning to adopt digital transformation platforms to become more innovative, agile, connected, and efficient.

With the potential of the digital transformation platform in helping enterprises win in the future, it comes as no surprise that the number of companies deploying digital transformation platform strategies are expected to more than double, reaching 60% of companies by 2020, according to IDC.

Unlike previous generations of software and hardware platforms, today’s digital transformation platforms allow companies to build multiple business models that run simultaneously and – even better – interact with each other. It actually enables the rapid creation of externally facing digital products, services, and experiences, while aggressively modernizing the internal IT environment towards an intelligent core. This creates knowledge-based, customer-centric companies that have a competitive edge over others still struggling with digital transformation.

As the future technology architecture that accelerates enterprises’ digital transformation initiatives, the digital transformation platform creates a network, or ecosystem, of connected customers, partners, and suppliers using available information and services. In a nutshell, this allows data across multiple data streams and different ecosystem elements to be leveraged by organizations, either to improve internal processes or be translated into actions in ecosystem engagements.

Rethink Legacy

Although a digital platform will be the underpinning technology that will help drive digital transformation, companies need to create a viable strategy to ensure their digital transformation projects are not derailed by costs and a long lead time.

What this means is that instead of taking a rip-and-replace approach, companies should leverage the valuable systems already in place to achieve the fastest and most cost-effective path to digital transformation. An effective digital platform solution acts as an adaptable technology layer that fits into an existing IT landscape, thus simplifying and accelerating the digital transformation journey.

With 75% of regional enterprises predicted to reach the most advanced stages of digital transformation maturity by 2027, being a digital native enterprise will no longer be about maintaining a competitive edge, or parity, but about surviving the digital economy. And to emerge as digital winners, companies will need to deploy the right technology architecture to accelerate new capabilities while modernizing legacy IT environments.

-----------------------

Terjemahan Bahasa Indonesia:

Pengambilan Pendekatan Platform untuk Transformasi Digital

(Dikaitkan dengan Anneliese Schulz, Wakil Presiden, Software AG Asia)

Transformasi digital berjalan lancar di semua sektor yang dikarenakan oleh: transformasi digital yang memungkinkan bisnis untuk menciptakan sumber pendapatan baru, mengubah model bisnis mereka, dan tetap cekatan menjalankan bisnisnya. Menurut A.T. Kearney, adopsi produk dan layanan digital di Asia Tenggara diperkirakan akan berkontribusi hingga $ 1 triliun pada PDB daerah pada tahun 2025 - dengan perusahaan, termasuk juga lembaga keuangan yang berinvestasi dalam solusi teknologi strategis untuk memperluas jangkauan dan akuisisi konsumen serta meningkatkan operasi secara keseluruhan.

Walaupun transformasi digital dalam organisasi menjadi semakin diminati banyak orang, namun banyak perusahaan yang ingin memodernisasi sistem dan proses mereka mengalami tantangan yang mendasar: Inisiatif transformasi digital yang mereka aplikasikan tidak dapat benar-benar memberikan transformasi secara menyeluruh bagi perusahaan.

Kebuntuan Digital

Perusahaan-perusahaan di Asia Pasifik yang tanggap merangkul proyek-proyek transformasi digital yang tidak saling terhubung/berdiri sendiri kini ditantang untuk memperluas inisiatifnya di seluruh perusahaan untuk hasil yang transformasional. Hal ini dikemukakan oleh sebuah studi dari IDC yang mengungkapkan bahwa 62% perusahaan di Asia Pasifik saat ini 'terhenti secara digital' karena manajemen perubahan yang tidak efektif, sistem yang tidak saling terhubung, dan metrik yang usang untuk mengukur keberhasilan transformasi digital. Di luar Asia, yang bahkan lebih mengkhawatirkan adalah prediksi IDC bahwa 70% dari seluruh inisiatif transformasi digital yang tidak saling terhubung di seluruh dunia pada akhirnya akan gagal pada tahun 2018.

Seringkali dorongan inisiatif transformasi digital yang tidak saling terhubung merupakan hasil dari ketertarikan perusahaan terhadap teknologi-teknologi individual seperti Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI) yang hasilnya menyebarkan solusi individualis tanpa arah yang jelas maupun pemahaman mengenai manfaat bisnis yang mampu mereka berikan. Namun, untuk memimpin transformasi ekonomi digital saat ini diperlukan kemampuan untuk mengukur tindakan serta berinovasi lebih cepat dibandingkan dengan bisnis tradisional. Perusahaan yang terus mengadopsi proyek transformasi digital berdiri sendiri hanya akan bersaing untuk mendapatkan kepingan-kepingan kecil ekonomi.

Mengatasi Kebuntuan Digital

Memecahkan kebuntuan digital sekarang amat penting untuk berkembangnya ekonomi digital di wilayah Asia Pasifik. Kebutuhan ini mengatasi ketiadaan arsitektur teknologi yang tepat untuk mempercepat kapabilitas baru, sekaligus memodernisasi lingkungan peninggalan TI, sehingga modernisasi ini diharapkan dapat menjadi kontributor yang mampu untuk mencapai sasaran transformasi digital secara menyeluruh.

Organisasi sekarang harus membuat langkah evolusioner yang penting untuk menanamkan inovasi ke dalam skala dan luasnya lingkungan perusahaan serta mengintegrasikan teknologi digital yang baru ke dalam layanan bisnis yang stabil. Menyadari hal ini, semakin banyak perusahaan di seluruh Asia Pasifik mulai mengadopsi platform transformasi digital untuk menjadi lebih inovatif, gesit, terhubung, dan efisien.

IDC berpendapat dengan potensi platform transformasi digital yang diyakini membantu perusahaan menjadi pemenang di masa depan, tidak mengherankan jika kemudian jumlah perusahaan yang menerapkan strategi platform transformasi digital diperkirakan akan meningkat lebih dari dua kali lipat, mencapai 60% perusahaan pada tahun 2020.

Tidak seperti generasi platform perangkat lunak dan perangkat keras sebelumnya, platform transformasi digital saat ini memungkinkan perusahaan untuk membangun beberapa model bisnis yang berjalan secara bersamaan dan - bahkan lebih baik – yang dapat berinteraksi satu sama lain. Platform transformasi digital ini memungkinkan akselerasi penciptaan produk, layanan, dan pengalaman digital secara eksternal, sambil secara agresif memodernisasi lingkungan TI internal menjadi dasar yang cerdas. Hal ini menciptakan perusahaan yang berbasis pengetahuan dan berpusat pada pelanggan memiliki keunggulan kompetitif atas perusahaan lain yang masih berjuang dengan transformasi digital.

Sebagai arsitektur teknologi masa depan yang mempercepat inisiatif transformasi digital perusahaan, platform transformasi digital menciptakan jaringan, atau ekosistem, pelanggan, mitra, dan pemasok yang terhubung menggunakan informasi dan layanan yang tersedia. Singkatnya, ini memungkinkan data di beberapa aliran data dan elemen ekosistem yang berbeda dapat dimanfaatkan oleh organisasi, baik untuk meningkatkan proses internal atau diubah menjadi tindakan dalam keterlibatan ekosistem.

Memikirkan Sistem yang ajeg

Meskipun platform digital akan menjadi teknologi pendukung yang akan membantu mendorong transformasi digital, perusahaan perlu menciptakan strategi yang layak untuk memastikan proyek transformasi digital mereka tidak memakanA biaya dan waktu tunggu yang lama. Artinya, alih-alih mengambil pendekatan rip-and-replace, perusahaan harus memanfaatkan sistem yang berharga yang sudah ada untuk mencapai jalur tercepat dan paling hemat biaya untuk menuju transformasi digital. Solusi platform digital yang efektif bertindak sebagai lapisan teknologi yang dapat disesuaikan menyesuaikan lanskap TI yang ada, sehingga menyederhanakan dan mempercepat perjalanan transformasi digital.

Dengan 75% perusahaan regional diprediksi akan mencapai tahap paling maju dari kematangan transformasi digital pada tahun 2027, menjadi perusahaan digital native tidak akan lagi mempertahankan keunggulan kompetitif atau paritas, tetapi tentang bertahan hidup ekonomi digital. Terlebih lagi, untuk tampil sebagai pemenang digital, perusahaan perlu menerapkan arsitektur teknologi yang tepat untuk mempercepat kapabilitas baru sambil memodernisasi lingkungan peninggalan TI.